Selasa, 22 Januari 2013

Dikotomi Tua dan Muda tidak Perlu Diperdebatkan

Ketua Liga Mahasiswa NasDem, Willy Aditya: "Restorasi bukan soal tua dan muda, tapi siapa kaum pergerakan. Konteksnya bukan dikotomi tua muda tapi kedewasaan berpolitik. Tidak signifikan lagi bicara tua dan muda tapi siapa yang mau berpartisipasi dalam pergerakan," ujarnya.

Metrotvnews.com, Jakarta: Dikotomi usia tua dan muda dalam kepengurusan partai politik sebenarnya tidak terlalu signifikan dalam kegiatan kepartaian. Sebab yang terpenting adalah semangat perubahan dari partai.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Umum Partai NasDem Patrice Rio Capella dalam Prime Time News yang disiarkan Metro TV, Senin (21/1).

Menurutnya, meski partai akan mengangkat Surya Paloh sebagai Ketua Umum dalam kongres yang akan digelar minggu depan, spirit perubahan yang digawangi oleh anak muda masih menjadi semangat Partai NasDem

Ia menegaskan dalam kongres yang akan dilakukan Febuari nanti Partai Nasdem akan memperjelas komposisi 70% - 30% (porsi anggota partai usia muda dan tua).

"Kita perlu orang tua untuk beri masukan. Pengalaman penting untuk bangun partai. Dikotomi usia tidak perlu diperdebatkan, yang penting semangatnya," ujar Rio.

Hal yang sama diungkapkan Ketua Liga Mahasiswa NasDem, Willy Aditya. Menurutnya, hengkangnya beberapa pengurus Partai NasDem dinilai tidak menunjukkan kedewasaan dalam berpolitik.

"Restorasi bukan soal tua dan muda, tapi siapa kaum pergerakan. Konteksnya bukan dikotomi tua muda tapi kedewasaan berpolitik. Tidak signifikan lagi bicara tua dan muda tapi siapa yang mau berpartisipasi dalam pergerakan," ujarnya.

Ia mengatakan semangat perubahan yang digerakkan oleh pemuda. Bahkan Partai Nasdem menjadikan liga mahasiswa sebagai kader utama.

"Liga mahasiswa sumber kader utamanya. Dipimpin oleh basic activist. Ini yang kemudian menggerakkan partai. Pemilih terbesar kita dalam pemilu nanti adalah pemuda. Ini kekuatan utama," tukasnya. (Aim/OL-8/Metrotv,Selasa, 22 Januari 2013)
http://www.metrotvnews.com/metronews/read/2013/01/22/1/124784/-Dikotomi-Tua-dan-Muda-tidak-Perlu-Diperdebatkan-Hary-Tanoesudibjo

Tidak ada komentar: